Salah satu keunikan dari sistem hidroponik adalah media tanamnya yang berasal dari bahan non-tanah. Nah, jika kamu berniat menanam secara hidroponik, kenali media tanam populernya berikut.
Jika dulunya kita hanya mengenal tanah sebagai media tanam, hidroponik memperkenalkan media tanam non-tanah yang praktis dan efisien. Sama seperti tanah, media tanam hidroponik juga berguna untuk menopang akar dan membantu kelancaran pertumbuhan tanaman.
Kalau Mama Papa berniat untuk memulai menanam secara hidroponik, berikut ini beberapa jenis media tanam yang populer digunakan.

Sumber: Shutterstock.com
Kerikil
Penggunaan kerikil sebagai media tanam sudah lama diketahui bahkan sejak awal metode hidroponik diperkenalkan. Kerikil merupakan media tanam yang baik untuk membantu peredaran unsur hara dan udara, sehingga pertumbuhan akar tanaman tidak akan terhambat.
Ini terjadi karena kerikil punya pori-pori berukuran besar dengan jumlah yang banyak. Selain itu, kerikil memiliki harga yang affordable, makanya media tanam ini banyak digemari.
Sebelum memilih kerikil, Mama Papa harus memahami jika media tanam ini juga punya kekurangan. Kerikil sulit untuk mengikat air, sehingga meskipun mudah basah, media tanam ini juga mudah kering.
Alhasil Mama Papa harus rajin menyiramnya dalam kurun waktu tertentu agar tanaman tetap bisa tumbuh subur. Jika punya budget lebih, coba pakai kerikil sintetis, karena mempunyai kemampuan untuk mengikat air dengan baik.
Rockwool
Sekilas media tanam ini mirip dengan busa, namun sebenarnya bukan. Rockwool terbuat dari lelehan batu gunung berapi; batu basalt, batu bara, dan batu kapur.
Batu-batu tersebut dilelehkan dalam suhu 1.600 derajat celcius hingga menyerupai lava dan membentuk serat-serat. Setelah dingin, kumpulan serat ini akan dipotong sesuai dengan kebutuhan.
Di kalangan petani hidroponik, rockwool biasa digunakan untuk menanam sayuran yang memiliki periode tanam tidak terlalu lama. Berbeda dengan kerikil, media tanam hidroponik ini menjadi primadona karena daya ikatnya pada akar, dan kemampuannya untuk menyerap nutrisi yang diberikan air.
Air dan udara bisa disimpan dengan komposisi yang baik menggunakan rockwool. Kelebihan lainnya, media tanam ini bisa Mama Papa gunakan sejak penyemaian benih hingga proses pembesaran tanaman. Jadi tidak perlu memindahkan tanaman jika mereka sudah besar.

Foto: Shutterstock
Sabut kelapa
Sabut kelapa atau cocopeat termasuk dalam media tanam hidroponik yang terkenal. Hal ini karena daya serap sabut kelapa yang tinggi, sehinga mampu menyimpan banyak air dan memiliki daya tampung yang kuat.
Tidak hanya itu, sabut kelapa juga memiliki berbagai nutrisi yang dibutuhkan tanaman, di antaranya magnesium, fosfor, kalsium, kalium, dan natrium.
Namun sabut kelapa kurang baik untuk mengalirkan air, sehingga tidak dapat menyebar dan ketersediaan oksigen tidak maksimal. Solusinya, campurkan sabut kelapa dengan media tanam lain yang baik dalam hal drainase air.
Sekam bakar
Media tanam ini berasal dari sekam padi yang dibakar, sehingga sifatnya lebih ringan dan tidak membebani akar. Sekam bakar banyak dipilih karena harganya yang murah, steril, dan efisien.
Selain itu, kelebihan sekam bakar dapat menjauhkan tanaman kita dari hama serta bibit penyakit, karena sudah melalui tahap sterilisasi melalui pembakaran.
Kekurangan dari media tanam sekam bakar mudah mengalami lapuk. Sekam bakar hanya bisa sekali pakai saja. Biasanya sekam bakar digunakan sebagai media tanam untuk jenis sayur daun dan sayur buah.
Namun untuk sayur buah, Mama Papa tetap harus mencampurkannya dengan media tanam lain agar bisa lebih kuat.
Baca Juga: 4 Metode Tanam di Lahan Sempit, Mudah Nggak Ribet!
Batang pakis
Media tanam hidroponik dengan batang pakis dibedakan menjadi dua, yakni pakis warna hitam dan batang pakis cokelat. Paling umum adalah pakis berwarna hitam. Alasannya karena pakis yang berwarna hitam memiliki umur yang lebih tua dan lebih kering, sehingga mudah dibentuk menjadi potongan-potongan kecil.
Pemilihan batang pakis sebagai media tanam karena mudahnya mengikat air, serta memiliki sistem drainase yang baik. Biasanya media tanam ini banyak digunakan untuk jenis tanaman hias, salah satunya anggrek.
Baca Juga: Cara Mudah Membuat Tanaman Hidroponik di Rumah

Sumber: Freepik/ilovehz
Serbuk kayu
Serbuk kayu juga menjadi salah satu media tanam populer untuk hidroponik. Media tanam ini diperoleh dari gergaji kayu. Keunggulan serbuk kayu adalah kemampuannya menyerap air lebih optimal, sehingga akar tanaman yang tertancap lebih cepat tumbuh dan berkembang.
Sedangakan untuk mengoptimalkan hasilnya Mama Papa perlu mencampur serbuk kayu dengan media tanam lain, misalnya sekam bakar atau pakis.
Baca Juga: 5 Jenis Sayuran Hidroponik yang Mudah Ditanam
Spons
Spons merupakan salah satu media tanam hidroponik yang baik, karena mampu menyerap air dengan optimal. Spons kering memang ringan, namun ketika mereka sedang menyerap air bobotnya berkali-kali lebih berat, lho.
Ini menandakan jika media tanam spons sangat baik dalam hal menyerap air. Kelebihan lain spons adalah ketahanannya yang kuat sehingga tidak mudah hancur.
Untuk menjaga kualitas dan kesuburan tanaman, sebaiknya Mama Papa tidak menggunakan spons untuk jenis tanaman yang memiliki siklus panen lama, ya.
Baca Juga: 5 Kesalahan Tanam Secara Hidroponik yang Harus Dihindari