Bukannya mempererat ikatan cinta, sifat posesif berlebihan justru berisiko merusak hubungan dengan pasangan. Agar hubungan tetap sehat, coba hilangkan posesif berlebihan dengan cara ini, yuk.
Cemburu adalah hal yang wajar dalam sebuah hubungan. Tapi kalau cemburu berlebihan kemungkinan besar adalah tanda sifat posesif. Salah satu dari sifat posesif berlebihan biasanya ditunjukkan dengan keinginan untuk menghalangi pasangan berinteraksi dengan orang lain.
Hal ini akan bikin kita dan pasangan sama-sama enggak nyaman. Jika dibiarkan lebih lama, sifat posesif berlebihan bisa memicu konflik, bahkan toxic relationship. Kalau Mama Papa merasa memiliki ciri-ciri sifat posesif berlebihan sebaiknya segera dikurangi, ya.
Yuk, lakukan 6 cara menghilangkan posesif berlebihan pada pasangan berikut ini:
Jeda tindakan selama emosi
Sifat posesif biasanya membuahkan perilaku impulsif akibat emosi sesaat. Nah, saat emosi negatif muncul, kita cenderung bertindak gegabah, yang akan merugikan diri sendiri dan pasangan. Ketika perasaan cemburu berlebihan muncul, coba untuk memberi jeda untuk mengambil tindakan.
Usahakan untuk tidak mengatakan, atau mengambil tindakan apapun. Karena kalimat, tindakan, atau keputusan yang keluar saat kita emosi umumnya akan merugikan orang lain. Menahan tindakan dan abaikan pikiran buruk terlebih dahulu, terutama pada pasangan.
Tenangkan diri sendiri sejenak
Sambil mengendalikan emosi, ada baiknya Mama Papa coba menenangkan diri terlebih dahulu. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menenangkan diri dari sifat posesif berlebihan.
Salah satu yang paling ampuh adalah melakukan meditasi dan latihan pernapasan. Jika emosi sangat memuncak coba untuk keluar sejenak dari rumah. Hal ini dilakukan untuk menghindari cekcok yang bisa membahayakan rumah tangga. Mencari udara segar bisa menjadi opsi untuk mengurangi rasa cemas berlebihan yang kita rasakan.
Kenali alasan perilaku posesif
Perilaku posesif memang tidak dapat hilang dalam waktu yang singkat. Namun bukan berarti enggak bisa diatasi. Cara paling dasar menghilangkan sifat posesif adalah mencari akar penyebabnya.
Beberapa faktor umum yang bisa memicu rasa posesif antara lain; insecure, kenangan dikecewakan, pengalaman diduakan, hingga latar belakang keluarga; broken home. Alasan-alasan tersebut sangat privat, dan berbeda-beda bagi tiap orang. Untuk itu, coba lakukan self talk, dan berdamai dengan diri sendiri, ya.
Baca Juga: Kenali 6 Tanda Pasangan Berbohong, Penting!
Cari pengalihan
Saat rasa cemas mulai muncul, Mama Papa bisa coba mengalihkan ke kegiatan lain. Ada banyak metode yang bisa dilakukan untuk meredam kecemasan akibat sifat posesif. Kita bisa menyesuaikan dengan preferensi hobi kita sendiri, ya.
Mencari aktivitas yang bisa menambah nilai diri sendiri bisa jadi solusi ampuh. Misalnya, menjalankan hobi atau mencoba rutinitas baru agar pikiran negatif pada pasangan bisa berkurang.
Komunikasikan dengan pasangan
Dalam sebuah hubungan pernikahan komunikasi adalah kunci. Jika kita merasa rasa posesif sudah berlebihan, segeralah komunikasikan dengan pasangan. Sampaikan hal-hal yang kemungkinan dapat menjadi pemicu munculnya rasa posesif ini. Diskusi dengan pasangan akan mempermudah kita keluar dari sifat posesif tersebut.
Baca Juga: Bosan dengan Pasangan? Begini Cara Mengatasinya
Nikmati hidupmu dengan me-time
Posesif biasanya akan semakin parah saat kita merasa suntuk dengan pekerjaan dan rutinitas. Untuk itu, ada baiknya jika kita secara rutin melakukan me-time untuk mengurangi kecemasan.
Me-time membuat kita lebih menghargai dirinya sendiri. Hal ini punya dampak positif terhadap hubungan kita dengan pasangan. Pergi ke salon, ngobrol bareng teman, atau shopping sesekali waktu penting banget untuk menjaga kita dari sifat posesif berlebihan.
Jika Mama Papa merasa sulit mengendalikan sifat posesif, cobalah konsultasikan dengan ahli. Bercerita pada teman juga bisa jadi cara meredakan kecemasan yang kita alami.
Baca Juga: Apa Itu Self Love? Ini Manfaatnya Bagi Diri Sendiri