Pusing melihat anak yang susah diam dan banyak bergerak? Jangan dicegah, bisa saja itu adalah tanda bahwa anak memiliki kecerdasan kinestetik. Apa itu kecerdasan kinestetik? Dan bagaimana cara mengembangkannya? Simak penjelasan di bawah ini.
Mama Papa, setiap anak memiliki tipe kecerdasan yang berbeda-beda. Salah satu tipe kecerdasan yang dimiliki anak adalah kecerdasan kinestetik. Banyak yang bilang, anak dengan tipe kecerdasan satu ini cenderung lebih aktif bergerak dibandingkan dengan anak lainnya. Benarkah demikian?
Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan belajar anak dengan gerakan fisik. Dengan kata lain, anak yang memiliki kecerdasan kinestetik dapat memproses informasi secara fisik dan melalui gerakan tangan maupun tubuhnya. Bahkan, anak cenderung menggunakan sentuhan saat mempelajari sesuatu.
Ada beberapa ciri anak dengan kecerdasan kinestetik yang bisa Mama Papa kenali di antaranya:
1. Anak aktif bergerak
Satu ciri yang paling mudah dikenali adalah anak aktif bergerak dan susah duduk tenang. Kalau Mama Papa amati, si kecil juga sangat menyukai berbagai aktivitas fisik. Baik itu menari, olahraga, dan aktivitas lainnya yang mengharuskan mereka bergerak.
2. Tidak betah diam saja
Berkaitan dengan sebelumnya, anak dengan kecerdasan kinestetik tidak betah diam saja. Terlebih lagi kalau Mama Papa menyuruh mereka duduk diam membaca buku. Hal ini disebabkan karena anak cenderung lebih semangat praktik langsung, dibandingkan hanya duduk diam sambil membaca atau mendengarkan cerita.
3. Memiliki motorik kasar yang baik
Selanjutnya, anak juga memiliki kemampuan motorik kasar yang baik. Tidak hanya sekadar aktif bergerak, si kecil juga tidak ragu untuk menyentuh langsung benda atau objek di sekitarnya yang membuatnya penasaran.
4. Koordinasi gerakan yang sangat baik
Ciri berikutnya adalah memiliki kemampuan koordinasi gerakan yang sangat baik. Si kecil tidak pernah ragu untuk mempelajari hal baru yang berhubungan dengan gerakan, baik itu tangan maupun kaki. Keunggulan inilah yang membuat banyak anak dengan kecerdasan kinestetik berprestasi di bidang olahraga.
5. Suka bereksperimen
Selain aktif bergerak, anak dengan tipe kecerdasan kinestetik juga memiliki rasa penasaran yang tinggi dan suka bereksperimen. Tidak heran jika anak sangat tertarik melakukan berbagai penelitian untuk menjawab rasa penasarannya.
Baca Juga: 8 Tipe Kecerdasan Anak, Penting Diketahui Orangtua!
Cara Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Anak
Melihat ciri-ciri di atas, apakah si kecil termasuk anak yang memiliki kecerdasan kinestetik? Jika iya, sudah saatnya Mama Papa mulai mengembangkan kecerdasan kinestetik pada anak, agar kemampuannya berkembang lebih optimal. Begini caranya:
1. Melakukan aktivitas fisik
Dikenal aktif bergerak, maka cara mengembangkan kecerdasan kinestetik anak yang pertama adalah melakukan aktivitas fisik bersama. Tidak perlu yang berlebihan. Mama Papa bisa coba mengajak si kecil untuk meniru gerakan yang kita lakukan.
Di sisi lain, kita juga bisa memberi ruang agar anak bisa bergerak bebas. Kita bisa memainkan musik kesukaannya, dan biarkan mereka menarik mengikuti irama musik. Supaya kegiatan menari lebih aman, singkirkan berbagai barang pecah belah yang ada di rumah guna meminimalkan risiko pecah akibat tersenggol.
2. Ajak anak beraktivitas di luar ruangan
Mama Papa juga bisa mengajak si kecil melakukan aktivitas di luar ruangan. Bukan hanya sekadar menjadi kegiatan bermain, mengajak anak beraktivitas di luar ruangan juga bisa menjadi metode belajar yang menyenangkan. Sebab, anak lebih bebas bereksplorasi, menemukan hal-hal baru, sekaligus mengasah kreativitas si kecil.
Baca Juga: 3 Tipe Pola Asuh Anak yang Baik bagi Tumbuh Kembang Anak
3. Lakukan eksperimen
Tipe kecerdasan kinestetik sangat suka eksplorasi dan melakukan eksperimen. Maka, cobalah untuk melakukan eksperimen bersama guna mengoptimalkan kecerdasan si kecil. Tidak perlu yang berlebihan, Mama Papa bisa melakukan eksperimen sederhana yang menyenangkan di rumah.
Misalnya eksperimen membuat lava lamp bersama si kecil. Untuk membuatnya, ajak si kecil memasukkan minyak sayur ke dalam botol bening. Kemudian, tambahkan air dan beberapa tetes pewarna makanan ke dalamnya.
Setelah selesai, tutup botol dengan rapat dan suruh si kecil membolak-balikkan botol tersebut. Supaya terlihat menarik, sinari botol bening dengan lampu untuk memperjelas gelembung-gelembung yang bergerak naik turun mirip lava tersebut.
4. Belajar dari permainan
Bermain tidak hanya sebagai hiburan. Namun, juga bisa menjadi metode belajar yang menyenangkan. Permainan yang cocok digunakan sebagai metode belajar sekaligus cara mengembangkan kecerdasan anak, yakni bermain peran.
Selain itu, kita juga bisa melakukan permainan yang fokus pada membangun dan memperbaiki suatu objek. Seperti membuat istana pasir di pantai, membuat bangunan dan lilin, bermain puzzle dan balok, atau bahkan bermain origami bersama.
Nah, itulah penjelasan singkat tentang kecerdasan kinestetik pada anak. Untuk memastikannya, Mama Papa bisa berkonsultasi dengan psikolog guna mencari tahu tipe kecerdasan anak dan cara tepat mengembangkannya.
Baca Juga: 6 Ide Permainan Edukasi Anak SD di Rumah, Seru-Seru!